Risalah Aqiqah

Muqoddimah
Segala puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allahu Azza Wa Jalla yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, semoga kita mendapat perlindungan, keselamatan, dan inayah-Nya.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasul panutan hingga akhir zaman Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya yang selalu berusaha mengikuti jejak dan sunnahnya.
Islam adalah dien yang sempurna, permasalahan manusia dari yang paling kecil heingga yang paling besar diatur dan diajarkan di dalamnya. Sudah ada contoh yang telah digelar oleh Rasulullah dan para sahabatnya untuk kita dalam menuai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berusaha mendapatkan pelajaran dari apa yang telah Beliau SAW lakukan dahulu lima belas abad silam. Amin..
Dengan berupaya menghidupkan kembali sunnah-sunnah Beliau SAW, jalan untuk menuju ke sana memang penuh dengan rintangan dan hambatan. Tetapi ini merupakan jalan kebenaran.
Rasulullah pernah bersabda: “Islam awal mulanya dianggap aneh/asing nanti akan kembali aneh/asing, berbahagialah orang yang dianggap aneh/asing (adin) dikarenakan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah”.
Makna Aqiqah
Menurut bahasa bermakna memutus/memotong. Menurut istilah Syar’i, menyembelih kambing untuk anak yang baru lahir pada hari ke 7 dari kelahirannya.
Rasulullah bersabda: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh dan dicukur rambut kepalanya serta diberi nama.” (H.R. Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah dari Samirah)
Dari hadist tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa aqiqah adalah:
• Menyembelih kambing
• Memberi nama yang baik sebagai cerminan doa
• Mencukur rambut kepalanya
Apabila kita sudah melaksanakan hal tersebut di atas, berarti kita telah melaksanakan aqiqah.
Mengapa Kita Harus Aqiqah?
Beberapa waktu yang lalu, aqiqah merupakan suatu ibadah yang sudah banyak dilupakan orang. Sesungguhnya aqiqah merupakan ibadah yang dicontohkan dan dilaksanakan Rasulullah. Ada banyak hikmah dan manfaat yang terdapat dalam aqiqah, karena tidak mungkin ibadah dilaksanakan tanpa mengandung hikmah dan manfaat bagi umatnya. Untuk itu kita coba menghidupkannya kembali. Sebagaimana sabda rasulullah SAW “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku di saat terjadi kerusakan pada umatku maka baginya pahala mati syahid”. Aqiqah menjadi perlu dilaksanakan karena anak kita bagaikan tergadai sebelum hewan aqiqah disembelih.
Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Setiap anak lahir tergadai dengan aqiqah dia disembelihkan binatang pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, diberi nama dan dicukur rambut kepalanya.” (H.R. Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Samirah)
Hikmah Aqiqah
Setiap perintah yang datangnya dari Allah SWT dan Rasulullah SAW pastilah mengandung hikmah dan keutamaan, diantara hikmah aqiqah adalah:
1. Sebagai ungkapan rasa syukur dengan telah dianugerahkannya anak dan karunia kepada kita, yang merupakan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
2. Sebagai wasilah (perantara) untuk memohon kepada Allah agar anak yang baru lahir itu dijaga dan dibimbing kepada jalan yang diridhoi-Nya.
3. Sebagai sarana mempererat dan menguatkan tali silaturahim baik diantara keluarga, tetangga, saudara, maupun bagi kerabat dan juga sahabat.
4. Sebagai sarana menjalin ikatan social, antara lain dengan fakir miskin dan anak yatim.
Hukum Aqiqah
Para ahli fikih berbedah pendapat dalam hal ini (aqiqah). Ada yang mengatakan wajib, ada yang mengatakan sunnah mu’akadah dan ada juga yang menolaknya. Ulama yang berpendapat sunnah mu’akadah adalah sebagian besar ulama ahli fikih dan ijtihad di antara mereka adalah Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Sedangkan yang menolak diantaranya adalah para ahli fikih Hanafiah.
Jumlah hewan aqiqah yang disembelih untuk laki-laki 2 (dua) ekor, dan untuk anak perempuan 1 (satu) ekor. Namun ada yang memperbolehkan 1 (satu) ekor untuk anak laki-laki apabila dalam kesempitan. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA “Bahwa sesungguhnya Rasulullah telah mengaqiqahkan Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing.” Dalam hadits yang sama “Dan Aisyah berkata, Rasulullah memerintahkan mereka (para sahabat) supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mencukupi (tidak cacat) dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.” (H.R. Tirmidzi dan dishahihkan olehnya)
Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Agar ibadah kita tidak sia-sia dan dapat diterima Allah SWT, sebagai amal shaleh, maka ia (ibadah kita) haruslah sesuai dengan tuntunan dan contoh dari Rasulullah SAW. untuk menjalankan ibadah aqiqah ini juga demikian, haruslah sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah SAW, baik dalam waktu pelaksanaannya maupun tatacara pelaksanaannya.
Aqiqah diutamakan pelaksanaannya pada hari ke-7 dari kelahirannya. Adapun kalau belum bisa, boleh pada hari ke-14 atau hari ke-21 atau kapan saja dia mampu.
Imam Malik berkata: “Pada dhohirnya bahwa keterikatan pada hari ke-7 adalah atas dasar anjuran, andaikan pada hari itu belum bisa dilakukan maka sekiranya menyembelih pada hari ke-4, ke-8, ke-10 atau setelah itu, maka aqiqah telah cukup karenanya. Agama Islam memudahkan bukan menyulitkan.”
Pembagian Daging Aqiqah
Pembagian daging aqiqah dibagikan sebagian kepada fakir miskin sebagai sedekah, kemudian kepada kaum kerabat, dan tetangga yang membantu persalinan, atau suku bangsa tertentu. Sebagian hadiah dan juga sebagian untuk dimakan sendiri, namun tidak lebih dari sepertiga bagian. Sabda Rasulullah SAW:”Timbanglah rambut Husain dan bersedakahlah dengan seberat rambut tersebut dengan perak dan berikanlah kaki aqiqah kepapda satu suku bangsa.” (H.R. Baihaqi dan Ali RA)
Para ahli fikih membolehkan juga mengatakan walimah aqiqah dengan mengundang fakir miskin, kaum kerabat, dan yang lainnya untuk diundang makan bersama berkumpul guna mempererat ukhuwah islamiyyah dan merajut manfaat dari acara tersebut..
Momentum Memberikan Nama
Pada saat aqiqah, disunnahkan memberikan nama kepada anak yang baru dilahirkan dengan nama-nama yang baik. Karena nama berupakan aminan doa dari orang tua kepada sang anak. Beberapa yang disukai oleh Allah SWT diantaranya adalah Abdullah, Abdul Rahman, dan Muhammad. Boleh juga memakai nama Nabi atau Malaikat.
Mencukur Rambut
Disunnahkan mencukur rambut bayi yang baru dilahirkan sampai habis (botak/gundul). Kemudian rambut yang telah dicukur tersebut ditimbang dan disunnahkan mengeluarkan shodaqoh sebesar harga perak/emas seberat timbangan rambut tersebut kepada fakir miskin.

Cara Mudah Aqiqah
1. Angkat telepon, hubungi kami, Pesanan bisa melalui SMS ke 021-935.372.48
2. Sebutkan tipe kambing dan jumlahnya
3. Kambing kami olah, potong, masak, kirim, dan disalurkan
4. Pembayaran setelah pesanan diterima (COD)
Kelebihan Kami
1. Kambing yang tersedia memenuhi syarat secara syar’i
2. Gratis biaya potong
3. Gratis biaya antar (JABODETABEK)
4. Siap masak dengan menu Sate, Gule, Tongseng, dan Sop
5. Siap meyalurkan kepada yang berhak (Panti Asuhan, Pesantren, dan Yayasan)
6. Bonus buku Risalah Aqiqah sebanyak 50-100 eksemplar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s